Menulis - Kegiatan greget yang menjadi awal mula saya menulis kalimat-kalimat indah nan penuh curhatan ini. Bukan greget pada anak yang sedang belajar menulisnya ya, tapi greget pada Mommy-mommy yang ingin menyegerakan anaknya pintar menulis. Sehingga menimbulkan kesan memaksa pada lembaga PAUD bahwa putra-putri mereka disekolahkan salah satunya untuk pintar menulis.
Anak adalah pribadi yang unik terutama anak PAUD sehingga setiap kemampuan yang mereka punya tidak dapat disama ratakan. Dalam keterampilan menulis bisa saja anak Moms lebih lambat atau lebih cepat dari anak-anak seusianya. Tetapi tetap saja agar anak bisa lancar menulis mereka harus melalui beberapa tahapan dulu, jadi harus ada proses sebelum mendapatkan hasil, gitu lho Moms. Dan tidak banyak Mommy-mommy diluar sana yang mengerti akan hal ini, jadi sebagai pendidik tentunya kita harus memberikan edukasi pada pertemuan pertama dengan orangtua saat mengenalkan program sekolah diawal tahun pembelajaran tentang tahapan menulis ini.
Lalu ini dia tahapan kemampuan menulis anak menurut pakar psikologi:
- Tahap mencoret (usia 2,5 - 3 tahun). Pada tahap ini kegiatan menulis tulisan tangan yang dilakukan anak hanya berbentuk coretan yang tidak memiliki bentuk, seperti menyerupai tarikan garis ke atas dan ke bawah atau bahkan seperti benang kusut.
- Tahap menulis melalui menggambar (usia 3 - 3,5 tahun). Pada rentang usia ini kegiatan menulis tangan yang dilakukan anak adalah dengan menggambar, hal ini disebabkan karena anak menganggap kegiatan menggambar sama dengan kegiatan menulis dan anak menganggap bahwa dengan membuat gambar berarti ia telah menuliskan pesan kepada orang lain.
- Tahap menulis melalui membentuk gambar seperti huruf (diawal usia 4 tahun). Pada masa ini secara sepintas apa yang digambar anak mirif seperti bentuk suatu huruf. Tapi apabila diperhatikan atau ditanyakan pada si empunya gambar maka yang dibuat anak bukannya huruf tetapi suatu kreasi atau gambar.
- Tahap menulis dengan membuat huruf yang telah dipelajari (usia 4 tahun). Pada tahap ini anak mulai menuliskan huruf-huruf yang dipelajarinya sesuai urutan, seperti menuliskan huruf-huruf yang membentuk namanya.
- Tahap menulis dengan kegiatan menemukan ejaan (usia 4 - 5 tahun). Pada rentang usia ini anak berusaha menemukan ejaan dan membuat kata dari huruf-huruf yang diejanya. Kegiatan ini dilanjutkan anak dengan kegiatan menulis, yaitu menuliskan huruf yang diejanya menjadi berbagai kata yang diinginkan anak.
- Tahap menulis tulisan tangan melalui mengeja (usia diatas 5 tahun) Pada masa ini kemampuan menulis anak sudah sama dengan kemampuan menulis orang dewasa. Beberapa anak sudah dapat menuliskan kata yang diperintahkan orangtua atau gurunya.
Kembali pada kata-kata yang menjadi reminder pada diri saya bahwa setiap anak adalah pribadi yang unik. Beberapa anak mungkin terlihat kurang dalam kemampuan menulisnya tetapi pasti ada saja keunggulannya dalam hal lain. So, kita sebagai pendidik tidak usah sedih atau putus asa menanggapi anak yang terlihat masih kaku dan mengeluh capek saat belajar menulis, cukup do'akan saja 😁 dan tentunya dilatih kembali melalui kegiatan-kegiatan yang menyenangkan. Salah satunya teman-teman dapat mencoba kegiatan menggambar siput ini yang dimulai dari menulis huruf "a". Kuy, cobain!

Izin zhare yaa... Terimakasih ilmunya ....
BalasHapusSilahkan... Terimakasih jugaaa
Hapus