Perkembangan motorik adalah proses tumbuh kembang gerak anak dan merupakan salah satu dari 6 aspek perkembangan anak usia dini. Seperti yang teman-telan telah ketahui, perkembangan motorik meliputi perkembangan motorik kasar dan motorik halus. Motorik kasar merupakan kemampuan gerakan fisik yang membutuhkan keseimbangan dan koordinasi gerakan tubuh. Sedangkan motorik halus kemampuan keterampilan fisik yang melibatkan otot-otot kecil ditubuh.
Biasanya perkembangan motorik kasar dijadikan tolak ukur perkembangan oleh para mommy-mommy. "Wah, anak aku mah larinya kenceng berarti sehat dong, mom." "Anak aku sih jago banget main bolanya, mirif-mirif kaya Ronaldo lah ya, kalo lagi tanding." Begitulah kira-kira obrolan mommy-mommy kalau sedang menonton bocah kesayangannya berolah-raga.
Tak kalah penting dari perkembangan motorik kasar, perkembangan motorik halus pun ternyata punya banyak andil. Misalnya saat kita sebagai pendidik memberikan kegiatan pembelajaran mewarnai dikelas untuk menstimulus perkembangan motorik halus anak, ternyata kita dapat melihat keterampilan sosial emosional yang muncul pada anak, apakah anak dapat dengan sabar ketika diberi tugas mewarnai, karena beberapa anak ada saja yang ingin cepat-cepat beres dan belum dapat mewarnai dengan perlahan juga rapi. Dan bahkan jika teman-teman teliti bukan tidak mungkin keterampilan perkembangan lain pun dapat muncul, karena menurut para ahli satu aspek perkembangan saling berkaitan, dipengaruhi dan mempengaruhi aspek-aspek perkembangan yang lainnya.
Yang menurut saya paket komplit dalam menstimulus motorik halus anak sih, dalam kegiatan 3 M atau menggunting, melipat, menempel dan ditambah 1 M lagi diawalnya yaitu mewarnai. Ya, paket komplit karena kegiatan main yang diberikan kepada anak ada 4 tahap tentunya. Berikut saya share lembar kegiatan main 3+1 M karya saya yang telah saya mainkan bersama bocah kesayangan dikelas pada Tema Kebutuhanku, Sub Tema Beribadah.
Unduh disini: Kegiatan Mewarnai, Menggunting, Melipat dan Menempel dalam Sub Tema Beribadah
Nah, menurut teman-teman kegiatan main ini kira-kira cocoknya diterapkan pada kelompok anak rentang usia berapa ya? Selamat mencobahhh...
Komentar
Posting Komentar